Permen ada banyak jenisnya, ada yang kenyal, ada yang keras, bahkan ada juga yang lengket yang namanya permen kaaret.
Walau bentuknya beda ada yang lonjong, bulat, kotak, panjang dan rasanya juga beda ada rasa coklat, strawbery, susu, rasa nano nano
warnanya juga beda-beda, berwarna warni indah
Yang paling penting dari semua itu adalah rasanya 'MANIS'.
dan siapa yang tidak senang dengan Permen? begitu nikmat didalam lidah.
rasa manis itu pun sering membuat kita mau terus.. terus… dan terus untuk memakannya... tetapi rasa manis itu juga memberikan rasa haus pula.
Belajarlah dari "Permen"
dalam Hidup kita juga sama halnya
Semua kenangan 'manis' sifat dan kejadiannya beda-beda, tetapi memberikan kita sulit melepaskan pada kenangan yang 'manis' itu, membuat kita semakin 'ingin' mengulanginya kembali,
Membuat kita semakin haus akan rasa manis tersebut....
dan tanpa disadari kita terus mencari dan mencari sesuatu yang 'manis'.
Tanpa disadari... sering sekali yang datang dalam hidup kita adalah hal-hal yang 'pahit' dan kita tidak mau menerimanya... karena ternyata kita haus akan hal-hal yang 'manis'.
ingat pepatah habis manis sepah dibuang!
Selama kita dapat menikmati rasa manis yang hadir dalam hidup kita, itu baik-baik saja dan membantu kita memberikan kenyamanan dan keindahan dalam hidup.
Tetapi bila kita terobsesi dengan rasa 'manis' itu, maka hanya memunculkan penderitaan bagi kita dan bila keinginan serta rasa haus itu tidak terpenuhi, maka kekecewaan akan hadir memenuhi hidup kita...
Ingat kelebihan unsur manis hanya memberikan masalah. Kelebihan gula darah akan menyebabkan terkena kencing manis.
Jadi hiduplah seimbang, dan nikmatilah hidupmu dengan baik dan seimbang.
Ingatlah tidak selamanya permen itu manis, aku sangat senang dengan ‘permen nano nano’ karena selalu mengingatkan kita kehidupan itu banyak rasa….
Seperti asam, manis, pedas, getir… hahahhahaha……
Salam mudita,
Neng Xiu
Senin, 24 November 2008
Hidup seperti makan permen?
Diposting oleh Ichi - Kepompong di 07.29 1 komentar
Label: renungan
Sambal Kehidupan
Siapa yang tidak kenal Cabe atau cabai?
cabe adalah bahan dasar membuat sambal atau sambel, ada cabe rawit, cabe merah biasa dan cabe merah kriting, bahkan ada juga cabe hijau.
Siapapun tahu cabe ini pedas, baunya menusuk hidung dan mata, kalau kena kulit panas, dan bisa membuat bibir jadi merah merekah, tanpa perlu pakai bibir merah... dan bisa buat perut mulas-mulas dan puanas...
Tetapi walau bagaimanapun cabe bila dnegan posri tepat, takaran yang pas dan perpaduan yang baik akan menjadikan hidangan yang sedap.
Tanpa cabe mungkin makan petis buah tidaklah nikmat, tanpa cabe makan apapun agak hambar, tanpa cabe masakan padang bukanlah segalanya, tanpa cabe tahu goreng, dan tempe goreng berasa hambar....
Demikianlah Pedasnya cabe ibarat "kata-kata yang pedas... ucapan kasar, dan ungkapan emosi yang 'panas'.
sering membuat orang jadi 'panas' dan berasa sangat pedih setelah di maki, atau di marahin oleh seseorang.
karena kata-kata pedas, lebih bersifat melukai seseorang.
Tetapi bila kita bisa mengunakan kata-kata yang baik, cara yang bijaksana dalam memberikan nasihat bagi seseorang, dengan takaran yang tepat, tata bicara yang baik dan terarah...
Kata-kata bisa menjadi Motivasi yang cukup 'pedas', 'hot', dan 'membakar' semangat...
Ia tidak melukai dan malah memberikan dukungan dan semangat dalam bekerja, bertindak dan bertingkah laku.
kata-kata pedas yang tidak proposional hanya akan menimbulkan kegelisahan dan memberikan hawa panas bagi yang mendengarkan.
Kata-kata pedas yang proposional akan memberikan dorongan dan motivasi membangun bagi yang mendengarkan.
salam mudita,
Neng Xiu
Diposting oleh Ichi - Kepompong di 07.16 0 komentar
Label: renungan
Sabtu, 22 November 2008
Pemenang kehidupan Sejati
| Dalam setiap pertandingan, pasti ada istilah menang atau kalah. dalam pertandingan tidak ada orang yang , mau mengalah untuk orang lain atau rela untuk kalah dalam pertandingan dalam menunjukan prestasinya. Sportifitas dalam pertandingan adalah menunjukan kemampuan dan prestasi seseorang dengan kesadaran penuh untuk meraih kemenangan dan menerima kekalahan. Bila hidup ini diibaratkan pertandingan, maka kita akan melihat semua orang yang berhubungan dengan kita sebagai pesaing, dan disana ada persaingan. Makanya ada persaingan sehat dan persaingan tidak sehat dalam mencapai suatu tujuan hidup. Tetapi orang yang bijaksana tidak melihat hidup itu sebagai suatu persaingan. Memang dalam menggapai suatu tujuan hidup dibutuhkan suatu motivasi, di sinilah saat kita dapat berjalan bersama, bergandengan tangan dengan sesama untuk berlari marathon untuk mencapai tujuan. Bersama-sama kita mendorong orang-orang untuk mengapai tujuan akhirnya. Tidak ada pemenang dan Tidak ada yang kalah. semua saling mendukung, semua saling memberikan semangat. Bila istilah dalam pertandingan ada seorang pemenang, maka Pemenang Sejati adalah mereka yang berada di garis terdepan selama perjalanan yang masih panjang untuk memberi petunjuk dan arah jalan yang harus dilalui. Ketika sudah dekat dengan tujuan, ia menjadi orang yang akan berada dalam posisi akhir, memberikan semangat kepada orang lain untuk terus mencapai akhir tujuan. Menunggu mereka yang tertatih-tatih memi mencapai tujuan akhir, bahkan membantu mereka yang kesulitan menyelesaikan perjalanannya. Ia pun rela tuk menyusuri kembali track yang dilaluinya untuk mencari mereka yang tersesat..... Bila semua telah sampai di Tujuan, maka ia adalah peserta terakhir yang menyelesaikan seluruh tugasnya. Inilah yang disebut adalah Pemenang Kehidupan... salam mudita, Neng Xiu |
Diposting oleh Ichi - Kepompong di 03.02 0 komentar
Label: renungan
Selasa, 18 November 2008
TUJUH KEAJAIBAN DUNIA
Diposting oleh Ichi - Kepompong di 05.49 0 komentar
Label: renungan

